Posted by: amrimunthe | November 10, 2015

PAKET WISATA BANDA ACEH SABANG

Pulau-Rubiah-620x330

Advertisements
Posted by: amrimunthe | December 17, 2014

INIKAH REVOLUSI MENTAL ITU?

Seorang teman seprofesi bernama Muhammad Dian Hasibuan tiba-tiba mem-post status di wall facebook saya siang tadi, isinya seperti ini:

Bang Amri, tolong jawab dengan adil, Abang lah yang selalu mengemukakan fikiran fikiran yang semoga menjadi perhatian dan fikiran pula bagi kita segenap anak negri :

  1. Fakta : Mobil Bang Amri memakai ruang di jalan sekurang nya 2m x 4m. Bahkan banyak mobil yang memakai jalan lebih besar. Motor saya memakai jalan 0,5m x 1,5m. Artinya 1 mobil Bang Amri memakai ruang jalan 10,66 kali lebih besar dari motor saya. Kenapa motor saya yang tidak memakan banyak ruang dan berarti kecil sekali menyebabkan kemacetan diperjuangkan tidak boleh masuk jalan utama Jakarta.

  2. Mayoritas kami pendukung Jokowi-Ahok adalah wong cilik yang Cuma mampu beli motor. Kenapa setelah kami berikan suara kami, kami dihadiahi tak boleh masuk jalan utama Ibu Negeri.

  3. Mayoritas motor dimiliki dan dikendarai kami kaum pribumi yang adalah warga menengah kebawah, Mayoritas non-pribumi mengendarai mobil. Sekarang kami pribumi yang hanya mampu membeli dan mengendarai motor diupayakan dilarang untuk masuk Ibu Negri, yang untuk kemerdekaan, darah nenek kami lah yang tumpah disini.

Cukup lama saya terdiam dan merenungkan tiga poin di atas. Inilah sesungguhnya Read More…

Posted by: amrimunthe | December 12, 2014

MITOS MINUM SUSU SAPI YANG TAK BERGUNA

susuHebatnya iklan susu terbukti mampu mengubah paradigma dan logika manusia sehingga susu menjadi kebutuhan primer manusia zaman ini.

Padahal mari kita analisis, mengapa harus sapi? kenapa tidak babi, kambing atau rusa saja? Nah.. berfikir logika tentang susu idealnya kita mengkaitkan susu dengan anak, di mana manusia idealnya minum susu ibunya makanya disebut “mama” karena artinya “susu”. Susu sapi idealnya untuk anak sapi, susu kambing juga untuk anak kambing. Tidak pernah terjadi, anak sapi minum susu ibu manusia atau susu sapi dan tak pernah pula ada kambing dewasa masih mengkonsumsi susu kambing. Tapi mengapa manusia sampai usia senja dianjurkan minum susu?

Yang terjadi adalah penarikan teori-teori untuk mendukung pemasaran susu sapi. Padahal kita semua melupakan logika yang disebutkan di atas.

Mari kita telusuri argumentasi berikut ini Read More…

Tulisan ini bertujuan untuk mencari jati diri, revitalisasi dan pelurusan hakikat adat istiadat  dan budaya yang berlaku bagi sebagian masyarakat suku Batak di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Propinsi Sumatera Utara.

TINJAUAN HISTORIS

Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang terletak di Propinsi Sumatera Utara sekitar 250 km ke arah selatan Kota Medan (ibu kota Propinsi Sumatera Utara) dengan luas wilayah 354.580 ha berada di kawasan bukit barisan dan pesisir timur pulau Sumatera 99.25. o – 100.05.o Bujur Timur dan 01o58’’ – 02o50’’ Lintang Utara dengan ketinggian 0 – 2.151 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Labura berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Labuhanbatu (induk).

Pada awalnya daerah ini menjadi bagian dari Kabupaten Labuhanbatu, namun seiring dengan berkembangnya arus otonomi daerah, Pemerintah RI menetapkan Kabupaten Labuhanbatu dimekarkan menjadi 03 (tiga) Kabupaten. Untuk itu dikeluarkanlah UU No. 23 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan kini Labura berdiri sendiri sebagai salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara.

Ada 03 (tiga) suku mayoritas yang menempati daerah ini yakni Batak Toba, Batak Mandailing dan Suku Jawa. Padahal sebagaimana dimaklumi bahwa pesisir pantai timur merupakan basis hunian bagi suku Melayu yang membentang mulai dari daerah Langkat, Medan, Bedagai, Asahan hingga daerah Propinsi Riau. Oleh sebab itu, suku Melayu tentulah menjadi suku asli penghuni Kabupaten Labura pada awalnya. Namun migrasi penduduk yang berdatangan ke Labura baik dari selatan maupun dari utara seolah-olah membuat suku Melayu tidak lagi dominan di daerah ini.

EKSISTENSI DAN KAJIAN ADAT BUDAYA

Sebagaimana dikatakan di atas, bahwa tulisan ini mengarah pada persoalan adat istiadat yang berlaku di Kabupaten Labura khususnya bagi masyarakat suku Batak Muslim yang berdomisili di kawasan Kecamatan Aek Natas, Kecamatan NA IX-X, Kecamatan Kualuh Selatan dan Kecamatan Gaya Baru Merbau dan mungkin saja berlaku juga di kawasan kecamatan lain di sekitarnya, di mana telah memiliki Read More…

Older Posts »

Categories